Pembelajaran Untuk Timnas Indonesia Setelah Kalah Dari Vietnam

Pembelajaran Untuk Timnas Indonesia Setelah Kalah Dari Vietnam

Pembelajaran Untuk Timnas Indonesia Setelah Kalah Dari Vietnam – Timnas Indonesia mesti mengakui kapabilitas timnas vietnam di Stadion Al-Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa (8/6) dini hari WIB.
Timnas Indonesia tak mampu berbuat banyak melawan Vietnam. Empat gol Vietnam yang disarangkan Nguyen Tien Linh, Nguyen Quang Hai, Nguyen Cong Phuong, dan Vu Van Thanh mengakibatkan tim Garuda mengakhiri laga bersama dengan kepala tertunduk.

Kekalahan ini terhitung mengakibatkan Timnas Indonesia gagal melanjutkan tren positif usai menghindar imbang Thailand di laga sebelumnya. Berikut tiga kasus Timnas Indonesia usai dibungkam Vietnam:

1. Ketajaman Lini Depan

Laga melawan Vietnam menjadi bukti selanjutnya ketidakmampuan pemain lini depan Timnas Indonesia untuk mencetak gol. Di laga ini, Kushedya Hari Yudo, Saddam Gaffar, dan M. Rafli diberikan kesempatan bermain tetapi belum mampu menempatkan namanya di papan skor.

Kushedya selalu jadi starter melawan Thailand tetapi pemain Arema FC itu tak kunjung mencetak gol. Namun, hal ini juga tidak lepas dari minimnya pasokan bola matang untuk dirinya saat takluk dari Vietnam.

Peluang terbaik malah didapat Saddam di pengujung pertandingan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang baik membuat bola tendangan Saddam memanfaatkan kemelut di kotak penalti lawan hanya melayang di atas mistar.

2. Konsentrasi Menurun

Konsentrasi pemain Timnas Indonesia terlihat jelas bermasalah di laga ini. Hal itu terlihat dari penurunan drastis konsentrasi pemain di babak pertama dan kedua.

Evan Dimas dkk tampil penuh konsentrasi di babak pertama. Hal itu yang menyebabkan para pemain Vietnam kesulitan untuk mencetak gol meski begitu mendominasi permainan.

Namun, konsentrasi itu tidak mampu dipertahankan di babak kedua. Setelah Vietnam unggul 1-0, para pemain Timnas Indonesia terlalu mudah kehilangan bola dan koordinasi permainan tidak lagi berjalan baik sehingga memudahkan Vietnam untuk mencetak tiga gol tambahan.

3. Gelandang Bertahan Belum Ideal

Pelatih Shin Tae Yong terlihat jelas belum menemukan seorang gelandang bertahan yang ideal dari dua laga Kualifikasi Piala Dunia 2022. Kadek Agung dan Rachmat Irianto yang mengemban tugas tersebut tampak belum meyakinkan.

Meski mencetak gol ke gawang Thailand, peran Kadek Agung sebagai pemutus serangan lawan tidak terlalu baik. Begitu pula dengan Rachmat Irianto yang justru kerap kehilangan bola dan melakukan operan yang tidak akurat saat melawan Vietnam.

Kesalahan ini beberapa kali membuat Timnas Indonesia berada dalam tekanan Vietnam di babak pertama. Beruntung, rekan-rekan setimnya yang lain mampu dengan cepat menutup pergerakan pemain Vietnam sehingga tim lawan tidak bisa memanfaatkan momentum dengan sempurna.